PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DASAR DASAR SERIKAT KORWIL RIAU

Korwil Riau mengadakan pendidikan dasar-dasar Serikat perburuhan tepat nya pada Tanggal 13 april 2017 bertempat di Kantor Pusat Serikat Pekerja Mitra Abadi Riau (SP MAR) di Bunut Kelurahan Perawang – Tualang RIAU.Pendidikan tersebut di hadiri 60 orang peserta dari berbagai Serikat Pekerja wilayah RIAU termasuk Serikat perkebunan SPTP perawang.

Pelatihan di buka oleh H. hamdani, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia ( FSP2KI ) beliau menyampaikan dalam kata sambutannya “FPS2KI awalnya tidak di pandang sebelah mata oleh perusahaan – perusahaan Pulp, Kertas dan Sejenisnya tetapi sekarang gaung FPS2kI sangat besar seakan – akan menjadi omok bagi perusahaan. Dalam perjuangannya FSP2KI tidak ubahnya dengan Serikat Pekerja maupun Federasi lainnya, memberika perlindungan dan kesejahteraan bagi pekerja dan keluaraga nya. Sehingga terwujud ketenangan dan kenyamanan bagi pekerja”.

Dalam sambutan nya Rahmad, ketua SP MAR bahwa “Serikat Pekerja ibarat anggota tubuh, orangnya adalah Jiwa, setiap gerakkan serikat pekerja adalah gerakkan jiwa yang benar – benar keluar dari tuntutan mensejahterakan anggota. Untuk melakukan keinginan jiwa.di SP MAR selalu mengedepankan 3 hal, yakni:
-Melindungi hak pekerja
-Mengusahakan kesejahteraan pekerja
-Memberdayakan anggota / pekerja

Dalam pendidikan kali benar – benar terasa nuansa keakrabannya, lebih kearah sharing knowledge peserta diajak untuk saling berbagi pengalamannya dalam berserikat atau berorganisasi dalam pergerakkan perburuhan.

Damar Panca, Sekjen Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), memberikan materi dasar – dasar serikat. Dasar – dasar Serikat sangat bahkan penting untuk deiketahui dan diaplikassikan bagi pengurus dan anggota, bagaimana serikat pekerja, pengurus dan anggotanya dapat bekerjasama membangun kekuatan. Dalam sesi materinya Damar panca mengatakan “ bahwa kunci sukses sebuah organisasi untuk mengarah kemajuan adalah partisipasi aktif dari anggota organisasi itu sendiri. Konsolidasi pergerakan buruh harus dalam bentuk gerakan rakyat, karena buruh menjadi perwakilan rakyat dalam perjuangan melawan kebijakkan pemerintah yang tidak memihak pada rakyat”.