PENDIDIKAN DAN PEMBEKALAN PENGURUS SPPT TEL

“Bekerja dengan jujur dan amanah untuk kesejahteraan pekerja dan keluarga” tema pendidikan dan pembekalan Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia ( SPPT TEL ). Pendidikan & pembekalan tersebut di buka oleh Dirt. HRD. PT. Tanjungenim Lestri pulp and Paper (PT TEL)) Miftahuddin Amin, Rabu, 5 April 2017.

P_20170405_105506
Pendidikan & Pembekalan pengurus SPPT TEL periode kepengurusan 2016 – 2018 diadakan di Traning Center PT TEL selama dua hari 5 – 6 April 2017, di ikuti 39 pengurus, hari pertama di dalam kelas dengan pengetahuan tentang ilmu hukum dan advokasi perburuhan yang di sampaikan oleh Hendri Gunawan dan dasar – dasar serikat oleh Faisol, hari kedua besok, di luar kelas di isi dengan permainan (game)kekompakkan.
Indra Abay ketua panitia mengatakan pendidikan dan pembekalan ini untuk memberikan motivasi kepada pengurus agar bekerja secara jujur dan amanah untuk meningkatkan produktivitas, seiring dengan itu akan berdampak pada kesejahteraan pekerja. Pengurus juga harus benar – benar memegang amanah yang diberikan oleh anggota, serikat pekerja ini bukan milik kita tetapi milik anggota yang memberikan kepercayaan.

Di samping itu juga Indra Abay mengatakan Fasiltas perusahaan yang ada cukup untuk melakukan kegiatan serikat kita sebagai pekerja punya andil untuk menggunakannya oleh karena itu pendidikan dan pembekalan kali ini kita adakan di lingkungan pabrik sebagai bentuk Self Control (control diri).
Pendidikan dan pembekalan pengurus secara resmi di buka oleh Dirt HRD. Miftahuddin Amin mengawali kata pembukaannya “ Amanah dan jujur datang dari diri sendiri dengan melakukan 2 hal tersebut kita dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Nilai – nilai kesejahteraan bukan tergantung dari upah bulanan, upah bukan satu – satu nilai kesejahteraan”.
Mengapa kita harus berserikat? Serikat pekerja adalah alat/instrument pekerja untuk dapat terlindungi dari tindakan semena- mena dari perusahaan dan mendapatkan kesejahteraan. Dengan berserikat juga sesama pekerja dapat menjalin komunikasi yang notabene memiliki kepentingan yang sama, membuat gerakan pekerja menjadi gerakan kolektif/gerakan yang terorganisir, lebih kokoh, saling menguatkan untuk pencapaian yang lebih optimal.