Pendidikan Fasilitator Pelatihan FSP2KI SUMSEL



Sebanyak 38 orang pengurus Serikat Pekerja Anggota (SPA) Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) Kordinator Wilayah Sumatera Selatan (KORWIL SUMSEL) mengikuti Pendidikan Fasilitator Pelatihan. Pendidikan ini dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 21-20 September 22014 dii wisma Pemda Lahat yang berada di Pagar Alam.

Sebagai pemateri/fasilitator dalam pendidikan ini, pihak panitia pelatihan mengundang Khamid Istakhori dan Nelson Ferdinan Saragih untuk memberikan pengetahuan dan pengalamannya menjadi seorang Fasilitator. Ada 6 Sesi yang diberikan oleh pemateri selama pelatihan ini, sepert yang diuraikan di bawah ini :

  • Sesi Pertama pelatihan ini,dilaksanakan pada 20 September 2014. Setelah istirahat selama satu jam, setelah menempuh perjalanan yang panjang. Peserta langsung diajak untuk memasuki ruangan belajar. Dalam sesi pertama ini, Khamid menjelaskan mengenai pentingnya untuk merancang Sesi Perkenalan yang merupakan awal dari suatu Pelatihan. Dalam setiap pelatihan atau pendidikan Perkenalan memang harus dilakukan. Karena dari Perkenalan ini setidaknya seorang fasilitator dapat menjelaskan kepada peserta gambaran awal dari kegiatan pelatihan. Sesi perkenalan juga merupakan kunci keberhasilan dalam pelatihan, karena seorang fasilitator dapat mengetahui siapa pesertanya. Dalam sesi perkenalan Khamid, mengajak peserta untuk membuat sendiri metode perkenalan.
  • Sesi Kedua pelatihan ini, Khamid menjelaskan kepada peserta pelatihan fasilitator pentingnya untuk membuat Kontrak Belajar, karena dari kontrak belajar ini seorang fasilitator dapat mengetahui Harapan dan Kekhawatiran peserta berkaitan dengan pelatihan yang dilakukan. Selain dari itu dalam sesi kontrak belajar, peserta dan fasilitator juga dapat bersama-sama merancang tata tertib pelatihan, agar pelatihan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dan akhirnya dapat meminimalkan kekhawatiran dari peserta.
  • Sesi Ketiga pelatihan ini, disampaikan oleh Nelson. Pada sesi ini Nelson menjelaskan tentang fasilitator dan peranannya dalam pelatihan. Dalam sesi ini, Nelson menjelaskan perbedaan antara Guru dan Fasilitator. Seorang fasilitator bukanlah orang yang ahli tetapi fasilitator dapat menjebatani dan mempermudah suatu proses pelatihan. Selain itu juga Nelson, menjelaskan metode-metode belajar yang dapat digunakan oleh seorang fasilitator, apakah metode belajar untuk anak-anak atau metode belajar untuk orang dewasa, oleh sebab itu penting untuk mengetahui siapa peserta pelatihan yang akan kita hadapi.
  • Sesi Keempat pelatihan ini, disampaikan oleh Khamid. Dalam sesi ini dijelaskan mengenai langkah-langkah fasilitasi dalam suatu pelaihan. Dari sesi ini peserta pelatihan dapat mengetahui tindakan-tindakan yang perlu dilakukan oleh seorang fasilitator. Dalam pelatihan seorang fasilitator tidaklah bekerja sendiri, setidaknya ada tiga orang yang membantu fasilitator, yaitu ; seorang kordinator pelatihan, asisten fasilitator dan pencatat/notulen.
  • Sesi Kelima pelatihan ini, dilaksanakan pada keesokan harinya, yaitu pada 21 September 2014. Adapun sesi kelima ini Khamid menjelaskan secara gamblang/luas mengenai Diskusi Dalam Pelatihan. Diskusi adalah cara untuk bertukar pendapat dan dari diskusi orang dapat bertukar pengalaman dan pendapatnya untuk saling melengkapi pengetahuan. Pada sesi kelima ini, Khamid menjelaskan mengenai posisi fasilitator dalam pelatihan, beberapa masalah dalam diskusi dan juga apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang fasilitator dalam diskusi.
  • Sesi Keenam pelatihan adalah sesi terakhir yang diberikan pada Pendidikan Fasilitator Pelatihan. Pada sesi terkahir ini Nelson menjelaskan kepada peserta pelatihan, bagaimana Merancang Sebuah Sesi Dalam Pelatihan. Adapun tujuan yang diharapakn dari sesi terakhir ini, peserta dapat mengidentifikasi kebutuhan, membuat rencana pelatihan, melaksanakan pelatihan dan mengevaluasi hasil pelatihan.

Dari dua hari waktu yang tersedia, akhirnya semua peserta harus kembali ke rumah setelah mengikuti pelatihan ini. Walaupun menempuh perjalanan jauh dan melelahkan, tetapi semangat untuk MENJADI FASILITATOR HANDAL tidak pernah surut, karena terbukti dari antusias peserta untuk terus menimba ilmu dan pengetahuan.

Yang pasti setelah pulang dari Pagar Alam, FSP2KI telah memiliki 38 Calon FASILITATOR HANDAL yang siap untuk berbagi Pengalaman dan Pengetahuannya……..(mip)