• Home »
  • AKSI »
  • PENGURUS SERIKA PK.SBTPI-FBTPI TUTUP PATRA NIAGA DEPOT PLUMPANG

PENGURUS SERIKA PK.SBTPI-FBTPI TUTUP PATRA NIAGA DEPOT PLUMPANG

Bahwa setelah berbagai upaya persuasif melalui perundingan Bipartiet dengan pihak Pimpinan PT.Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang terkait permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi dilingkungan kerja PT.Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang tidak menemui kesepakatan (deadlock), maka kami selaku pengurus organisasi PK.SBTPI-FBTPI PT.Pertamina Patra Niaga, tetap berupaya untuk menjaga situasi kerja agar senantiasa kondusif, karena kami menyadari bahwa pekerjaan yang kami lakukan adalah pekerjaan yang sifatnya memberikan pelayanan yang maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan untuk itu kami yang diberi amanat oleh seluruh anggota SBTPI-FBTPI PT.Pertamina Patra Niaga yang notabene adalah pekerja di PT.Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang menyepakati untuk mengajukan pengaduan ke Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta Utara dengan harapan bahwa keterlibatan pihak Pemerintah dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kepada setiap pelaku usaha dan Para pemangku kepentingan dalam permasalahan ketenagakerjaan yang sedang terjadi ini dapat segera diselesaikan, namun harapan kami ternyata tidaklah menjadi kenyataan yang membahagiakan dan justru sebaliknya, sekalipun pihak Pengawas Ketenagakerjaan dari Kantor Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta Utara sudah berupaya memfasilitasi penyelesaian permasalahan antara kami para AMT I dan AMT II dengan pihak PT.Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang juga dengan pihak PT.Sapta Sarana Sejahtera namun hal tersebut tidak juga ada penyelesaiannya, bahkan sampai sudah dikeluarkannya Nota Pemeriksaan dari Pihak Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administrasi Jakarta Utara, dimana dalam Nota Pemeriksaan tersebut telah diuraikan hasil temuan terhadap berbagai penyimpangan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku diantaranya adalah Pelanggaran Terhadap Ketentuan Syarat dan Norma Pelaksanaan-Pembuatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Penerapan sistim kerja 12 jam tanpa upah LEMBUR dll

img-20160320-wa0053.

##Oleh karenanya berangkat dari permasalahan tersebut diatas, maka kami dari Pengurus dan seluruh anggota Komisariat SBTPI-FBTPI PT.Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang telah bersepakat untuk melakukan Aksi MOGOK KERJA sebagai bentuk PROTES kami atas sikap dari pihak Pimpinan PT.Pertamina Patra Niaga yang diduga sengaja mengabaikan amanat dan saran dari pihak Pengawas Ketenagakerjaan selaku petugas negara yang diberikan kewenangan oleh Undang Undang untuk menegakan peraturan perundang undangan khususnya dilingkungan ketenagakerjaan.

Adapun pelaksanaan agenda dimaksud, kami jadwalkan pada :

Hari/Tanggal : Selasa, 01 Nov-2016 s/d Senin, 7 Nov-2016
(Tujuh hari berturut turut)
Tempat : PT.Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang, PK.SBTPI – FBTPI PT.PPN, yang beralamat di Jl. Yos Sudarso – Jembatan III Plumpang – Kel.Rawa Badak Selatan – Kec. KOJA – Jakarta Utara 14230
Waktu : Dimulai Pukul 00.00 wib, 01 November 2016 s/d 08.00 wib, 07 November 2016

Adapun TUNTUTAN KAMI Dalam MOGOK KERJA tersebut, yaitu :

1. ANGKAT Seluruh Pekerja dilingkungan kerja PT.Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang sebagai Karyawan Tetap !!!;

2. Bayar Upah Lembur atas kelebihan Jam Kerja sejak Oktober Tahun 2011 s/d tahun September 2016;

3. Bayar Upah Lembur pada saat kami AMT I dan AMT II ditugaskan sebagai SATGAS (ditugaskan tetap bekerja/melayani suplay BBM sekalipun pada Hari Raya Keagamaan untuk Umat Muslim);

4. Bayarkan Uang Migas yang sudah tidak diberikan oleh PT. Patra Niaga sejak tahun 2011 kepada pekerja (crew AMT I & II, O.B Cs dan dispet);

5. Terapkan Waktu Kerja 7 jam kerja sehari atau 40 Jam kerja dalam seminggu;

6. STOP INTIMIDASI DALAM BENTUK APAPUN !!!

7. PEKERJAKAN SELURUH Pekerja (Krani Cs dan Crew AMT) yang sudah di Putuskan Hubungan Kerjanya secara sepihak, (daftar nama pekerja tersebut terlampir).