PENGURUS SERIKAT DI INTIMIDASI, ITU LUMRAH

Seorang ibu rumah tangga, yang lemah lembut, memiliki keberanian dan sikap yang tegas, tinggal di Karawang,  bersuami dan memiliki 3 orang Putra Putri, aktif di Organisasi Serikat Buruh Kertas Pindo Deli dan wakil Sekretaris Federasi Serikat pekrja Pulp dan Kertas Indonesia.

Kawan kami tersakiti kami juga ikut disakiti, maju bersama menentang ketidakadilan memperjuangkan kaum buruh yang tertindas” kutipan ibu Tri
Selayaknya seorang pengurus yang mempunyai  berani dan tegas,  itu melekat pada dirinya. Disela – sela segudang kesibukannya sebagai Pekerja pada bagian Kesehatan di Klini SP KPD dan keorganisasian serikat pekerja, ia juga masih sempat membagi waktu untuk keluarga tercinta di rumah. Ia adalah Tri Gusida Tobing yang mendapatkan julukan Srikandi FSP2KI.
Hari ini Minggu, 20 September 2015 tepatnya pada pukul 15:42wib sepulang dari mengikuti Rapat Akbar ( Komite Persiapan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia ) KP KBSI, Ibu Tri “kita singkat saja namanya” di datangi oleh seorang pria yang berbadan tegap, pria tersebut dari aparat TNI ( Intel Kodim ). Ketika hendak pulang dan mencari jalan keluar sempat mengitari empat kali ( Gelanggang Olah Raga ) GOR tempat Rapat akbar tersebut diadakan, ketika mobil yang di kendarai Ibu Tri hendak keluar si Oknum Intel tersebut memberhentikan mobil Ibu Tri, dan si Intel bertanya.
Intel:     Ma`af bu, mau Tanya ini acara apaan ya ?
Ibu Tri   Ini acara rapat akbar buruh, lanjutan setelah rapat akbar yang di Jakarta dan Bekasi.
Intel:     Acara ini apakah untuk Deklarasi untuk melawan Pemerintah.
Ibu Tri:  Oh bukan pak, ini acara rapat akbar kaum buruh yang bertepatan di adakan di Karawang.
Intel:     Ibu sebagai apa ?
Ibu Tri: Diam sejenak, Tetapi tetap berada di dalam mobilnya.  Saya Tri Gusida Tobing, dari Serikat FSP2KI dan bekerja di Pindo Deli dan saya juga sebagai  Wakil Sekretaris Fsp2ki, ada masalah dengan itu,,,?
Intel:     ohh…orang bataknya, saya juga Batak marga Siahan “dengan logat bataknya  Kalau bisa jangan ikut-ikutaan yang beginian bu..   Ini menentang pemerintah namanya. Di bulan April kita ada tangkap buruh yang menjual baju bergambar palu dan arit. Apakah acara begini acara yang sah..?
Ibu Tri: oh..pasti sah, ada izinnya kok, silahkan bapak periksa izinnya dan lihat ada polisi juga yang Mengawal.
Intel:     Kalau bisa, kalau ada acara begini lagi ibu lapor ke saya.
Ibu Tri:  Loh..maaf ya pak !, mengapa saya harus lapor bapak, kita sudah laporan ke pihak yang berwenang, Mengapa harus lapor lagi ke bapak.
Intel:     Bukan itu soalnya,  hal-hal begini pasti ada orasi untuk melawan Pemerintah.
Ibu Tri:  Bapak tadi sudah lihatkan..? sepanjang acara kita tidak memberontak dan kita juga tidak buat Huru – hara. Kalau bapak bilang jangan ikut-ikutan saya minta ma`af pak, saya juga di sumpah untuk tidak berhianat pada teman-teman saya.
Intel:     Ibu rumahnya di mana ? dan berapa no hp nya ?
Ibu Tri menyembutkan alamat  rumah dan no HPnya, lalu permisi dan pergi pulang kerumah sambil menyetir mobilnya, tetapi alangka terkejutnya ibu tri ketika akan turun dari mobil, si intel mengikuti dari belakang, Ibu Tri dengan berbaik hati masih sempat menawarkan mampir untuk minum, tetapi si intel pergi sambil nyengir seperti pantat sapi merasa malu hati ketahuan mengikuti dari belakan.
Itulah sekelumit hal yang bisa terjadi pada kita kaum buruh yang melakukan acara – acara atau pembelaan terhadap teman-teman kita yang tertindas, segala gerak-gerik para pejuang buruh bukan tidak mungkin terus diawasi. Jangan takut kawan !? teruslah berjalan di atas keberanian yang benar.