PERDEBATAN TERAKHIR DENGAN BUNG IKHSAN

Mengapa harus tergiring oleh management PT. Wira Putra Perkasa( WPP ) ? tidak! Kita tidak tergiring memang mekanismenya seperti itu “ujar bung Ikhsan “ itulah perdebatan terakhir kami ketika melakukan advokasi kawan – kawan WPP.

DSCN2634 (2)

Bung Roji siapa yang merintahkan kawan – kawan WPP kembali bekerja, selang sehari setelah perundingan melalui telepon (dengan nada sedikit kecewa) padahal kawan – kawan di lapangan sudah terlanjur semangat, padahal tekanan kita sangat kuat untuk memenangkan hak kawan – kawan “ujar ku”, bung Ikhsan! “ujar Roji selaku korwil Sumsel” ya.. sudah besok kita evaluasi hasil perundingan hari ini.
Itu lah sebagian kecil kenang kami dalam mengadvokasi kawan – kawan yang menghadapi permasalahan hubungan Industrial, bung Ikhsan yang berbadan besar tetapi memiliki hati yang baik, tenang dalam bersikap, penuh kehati – hatian dalam bertindak. Ia memiliki semangat yang sungguh – sungguh daalam memperjuangkan kawan – kawan, selalu mendahulukan analisa kasus dalam bertindak.
Pada siang sekitar jam 12:10 bung Roji teman seperjuangan menelpon, bung ada dimana, bung Ikhsan sekarang dalam keadaan koma ada di rumah sakit Fadillah Prabumulih, tanpa banyak bertanya lagi lansung pulang ke rumah mengambil mobil ( ketika menerima telpon bung Roji sedang berada di rumah teman). Tanpa membuang waktu lansung berangkat, selang beberapa lama datang telpon dari teman yang sudah berada dahuluan di RS, bung Joni! Bung Ikhsan sudah tiada, tersentak mendengar kabar, tanpa dapat menahan rasa kesedihan, kami yang ada di mobil spontak menjerit dan menangis mendengar kabar itu, dengan kecepatan tinggi meluncur ke Prabumulih yang jaraknya 35km dari tempat kami karena kami mendengar kabar dari teman yang menelepon tersebut “tolong saya, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan, saya tidak tahu mengurus adminitrasi yang ada.
Sesampainya di rumah sakit apa yang kami lihat memang membuat hati hancur, ia sahabat seperjuangan yang baik yang telah mendahului kita semua, selamat jalan temanku perjuangan kita masih panjang, amanatmu akan aku sampaikan ketika nanti bertemu dengan kawan – kawan pimpus lainnya.

 

SEKARANG ENGKAU TELAH TIADA TENANGLAH ENGKAU DISANA TEMANKU