PEREMPUAN MEMIMPIN

Terwujudnya  kesetaraan dan keadilan gender di tandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki sehingga dengan demikian antara perempuan dan laki-laki memiliki akses , kesempatan berpartisipasi dan kontrol atas pembangunan serta memperoleh manfaat setara dan adil dari pembangunan.
Dalam kehidupan masyarakat kita dapat diamati bahwa perempuan lebih dilibatkan sebagai konsumen pembangunan dan tidak dilibatkan dalam proses pembangunan itu sendiri akibatnya perempuan hanya pasif menghadapi proses pembangunan tersebut. Pada kebudayaan kita terutama masyarakat  tradisional sering menempatkan perempuan sebagai makhluk sekunder karena fungsi reproduksi yang di sangga seluruhnya oleh perempuan sehingga berkurangnya kesempatan untuk berperan aktif dalam kegiatan publik. Dalam seluruh kegiatan publik lebih di dominasi oleh kaum laki-laki sedangkan perempuan sering di identikkan dengan kegiatan domestik saja seperti mengurus rumah,mengurus anak dll sehingga potensi-potensi yang di miliki hanya terbuang sia-sia. 
Beranjak dari gerakan ibu bangsa bagi perempuan yaitu Ibu kita Kartini maka perempuan – perempuan sekarang lebih memiliki kesempatan yang besar untuk dapat mengembangkan/mengasah kemampuan  dirinya. 
Oleh karena itu dengan melalui pelatihan, perempuan pengurus organisasi, seperti organisasi serikat Pekerja mengadakan pelatihan  seperti, pada tanggal  27 Mei 2016  Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (Fsp2ki) di Unigraha Hotel, Riau, melatih pengurus serikat pekerja bidang Gender. Pelatihan sp2ki tersebut diisi  oleh Suzana Br Purba Devisi bidang Perempuan  Fsp2ki dan Ngatiem dari IndustriAll sebagai narasumber. Pelatihan tersebut berbicara kepemimpinan Perempuan, Pemimpin perempuan sekarang sudah di akui kesetaraanya dengan laki-laki , diberi kesempatan yang sama.
Dalam kesempatan yang sama juga Pimpus Fsp2ki Devisi bidang pendidikan mengatakan dalam sambutannya  “ kebangkitan perempuan akan hak – haknya, perempuan memiliki peluang yang sama dengan kaum Pria akan kesempatan kerja, kesetaraan  dan kesejahteraan. Diharapkan dengan pendidikan ini semua anggota perempuan serikat pekerja memiliki peran aktif bersama – sama dengan pengurus lainnhya mewujudkan kesejahteraan pekerja perempuan dan keluarga.