Pergerakan Buruh Afiliasi IndustriALL di Pekanbaru



Women meeting adalah sebuah agenda khusus dari IndustriALL Indonesia untuk pekerja perempuan. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Mutiara Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 21 September 2014, satu hari menjelang kegiatan pelatihan bagi Buruh Kontrak pada 22-23 September 2014.

Menurut Indah Saptorini dari Kordinator IndustriALL Indonesia, berharap  acara seperti ini bisa terus dilakukan di propinsi Riau mengingat potensi  yang besar karena banyaknya industri dan permasalahan pekerja perempuan yang belum tereksplore di daerah ini.
Sebagai fasilitator dalam kegiatan ini,  IndustriALL Indonesia mendatangkan Aranya yang datang dari dari Thailand, Aranya adalah salah satu kordinator untuk isu Precarious Work. Selain Aranya ada juga Nikasi Ginting dan Edward Marpaung yang merupakan para penggiat gerakan buruh di Indonesia. Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) mengutus Agus Susanto untuk hadir dalam kegiatan ini.

Selain itu ada juga beberapa peserta yang hadir mewakili afiliasi IndustriALL Global Union yang ada di Pekanbaru, Riau, seperti perwakilan dari FSP2KI, KEP SPSI (Kimia Energi Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) dan dari SBSI (Serikat Buruh Seluruh Indonesia) dan rekanan buruh kontrak di perkebunan. Total jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 21 orang laki-laki dan 5 orang perempuan.

Sebagai pembukaan setiap peserta diminta untuk memperkenalkan diri. Selain itu juga semua peserta diminta untuk menyampaikan apa yang menjadi cita-citanya untuk 10 tahun ke depan. Berbagai macam harapan dan cita-cita setiap peserta disampaikan antara lain :
  • Menginginkan seluruh pekerja tidak terkotak-kotak dan bersatu padu.
  • Bisa membentuk sebuah aliansi bersama guna mendukung aksi2 setiap serikat pekerja yang bermasalah di Propinsi Riau

Setelah perkenalan di lanjutkan dengan penyampaian materi oleh bung Agus Susanto dengan tema “Perempuan dan Kepemimpinan dalam Serikat Pekerja”  setelah itu dilanjutkan oleh bu  Nikasi Ginting dg tema “ Kesetaraan Gender  Dalam Gerakan Serikat Buruh”.

Target dari materi ini diharapkan peserta dapat memahami tentang isu global mengenai Gender, hambatan dan tantangan kedepan sehingga buruh perempuan bisa diberikan porsi  kesempatan yang sama dengan laki-laki menuju kesejahteraan buruh Indonesia, memastikan quota 30% dalam organisasi (rapat, kepengurusan, pendidikan dll) bahkan di bangkok di Regional Meeting (Bangkok Declaration) quota 40% perempuan disetiap struktur…(Ags)