Perjuangan Wira Buana Yang Tak Kenal Lelah.

 
Pada tanggal 7 Februari 2014 PT.Adi Putra Wijaya Makmur, salah satu perusahaan alih daya di PT.Riau Andalan Pulp and Paper (pekerjaan bongkar muat di pelabuhan Futonk port) telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada empat orang pekerjanya, yaitu ; Miekkel Kasdut Hutabarat, Wira Buana Manalu, Alon, dan Martogi Monang Nadeak. Tiga dari keempat orang tersebut menerima PHK. Tetapi dari ketiga orang tersebut hanya satu yang masih tetap bertahan untuk memperjuangkan haknya, yaitu saudara Wira Buana Manalu.
Setelah menjalani proses panjang, lebih dari satu tahun, akhirnya perjuangan Wira Buana mencapai kemenangan. Pada Rabu (04/03/2015) Hakim Pengadilan Hubungan Industrial di Pekanbaru, Riau telah membacakan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru atas kasus perselisihan PHK Wira Buana Manalu melawan PT. Adi Putra Wijaya Makmur.
Dalam keputusan tersebut, Hakim ketua PN Pekanbaru dan anggota, menerima dan memenuhi tuntutan Wira Buana melalui kuasa hukumnya, yaitu dari Lembaga Bantuan Hukum Pekanbaru (LBH Pekanbaru). Adapun tuntutan terhadap tergugat, yaitu Direktur PT.Adi Putra Wijaya Makmur sebesar lebih kurang Rp 54.000.000,-,
Wira Buana Manalu adalah salah satu pekerja di PT. Adi Putra Wijaya Makmur dan juga anggota Serikat Pekerja Perjuangan Keadilan (SP2K) SP2K adalah salah satu Serikat Pekerja Anggota Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI).

Semoga perjuangan Wira Buana Manalu menjadi inspirasi bagi kita untuk terus, berjuang dengan penuh kesabaran untuk mempertahankan kebenaran sejati..(mip)