PERLAWANAN BURUH

Hiruk pikuk teriakan buruh terus terdengar dengan  aksi turun kejalan mupun di media Sosial, Semenjak pemerintah mengeluarkan kebijakan byang baru RPP pengupahan. Setiap sudut dimana ada dua orang atau lebih buruh berkumpul selalu membicarakan RPP pengupahan ada yang setuju, ada yang diam entah tidak mengerti dan ada juga spontan melawan.

RPP Pengupahan, Selasa 26/10/2015 sah menjadi PP setelah ditandatangani, pemerintah telah memberlakukan formula penentuan kenaikan Upah Minimum Propinsi (UMP) yang termatub dalam paket kebijakan ekonomi jilid IV, salah satu digelontorkannya sistim pengupahan yang baru ini agar jangan terjadi kericuhan tiap tahun tiap kenaikan gaji, pemerintah tidak berlaku adil dan tidak berada diposisi yang netral dalam mengambil keputusannya terhadap sistim UMP yang baru. Pemerintah sangat berat sebelah dalam mengambil keputusannya, hanya memandang dari segi savenya saja tetapi mengabaikan kesejahteraan pekerja.
Kebijakan UMP yang baru ini bisa saja menarik para Investor akan lebih banyak datang ke Indonesia dan merasa aman karena pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang mengutungkan pengusaha, pemerintah seolah – olah malas berpikir ataupun takut terhadap tekanan pengusaha sehingga posisi buruh yang lemahlah yang paling gampang untuk dipermainkan, pemerintah tidak lagi memakai norma – norma kearifan  untuk mengakomodir  kepentingan buruh dan pengngusaha.
#Kami akan terus melawan#