Perusahaan Outsourcing di Pangkalan Kerinci Menggelapkan Upah Pekerja

 

 

Pangkalan Kerinci– PT.Adi Putra Wijaya Makmur (PT.APWM), adalah salah satu perusahaan alih daya yang ada di PT.Riau Andalan Pulp and Paper (PT.RAPP) tepatnya perusahaan yang melakukan bongkar muat di Futonk port milik PT.RAPP, telah melakukan pelanggaran hukum. Dengan sengaja tidak membayar upah empat orang pekerjanya. Keempat orang pekerja tersebut sekarang ini terancam PHK.

 

PT.APWM telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan hukum ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Pada 7 Januari 2014,pihak perusahaan memanggil keempat pekerja tersebut untuk menghadap pihak manajemen PT.APWM. Setelah bertemu dengan manajemen PT.APWM, keempat pekerja tersebut diminta menandatangani SURAT PENGUNDURAN DIRI, pihak perusahaan akan membayar upah mereka jika mereka mau menandatangani SURAT PENGUNDURAN DIRI. Salah satu pekerja yang diterancam PHK adalah Wakil Ketua SP2K.
Ini adalah sebuah tindakan yang tidak manusiawi yang dilakukan oleh Manajemen PT.APWM. Oleh sebab itu sebagai anggota Serikat Pekerja Perjuangan Keadilan (SP2K), keempat pekerja tersebut meminta di dampingi saat akan menghadap manajemen PT.APWM, tetapi lagi-lagi pihak perusahaan melarang mereka untuk didampingi oleh pengurus SP2K. Pengurus SP2KI meminta dukungan dan bantuan dari Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) sebagai afiliasi mereka. FSP2KI telah membentuk TIM ADVOKASI, dan telah melakukan langkah-langkah advokasi….(mip)