PHK SEPIHAK PT.LONTAR PAPYRUS JAMBI

Media-Fsp2ki, pimpinan pusat melakukan kunjungan kerja ke Jambi dari tgl 24-25 Mei 2016 dalam rangka konsolidasi dan memberikan pembekalanpada tim Advokasi terkait kasus PHK 2 orang anggota Serikat Pekerja Demokratis (SPD ) Lontar yang  digugat sampai ke Pengadilan Hubungan Industri ( PHI) oleh pihak manajemen, yang mana pada proses mediasi pihak Dinsosnakertrans mengeluarkan anjuran yang isinya untukmempekerjakan kembali 2 orang yang bersangkutan dikarenakan tidak terbukti melakukan kesalahan seperti yg dituduhkan pihak manajemen yakni salah satu pasal kesalahan berat yang ada dalam Perjanjian Kerja Bersama ( PKB) PT. Lontar Papyrus
Dikarenakan adanya kasus PHK sepihak oleh management PT. Lontar Papyrus maka pimpus Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) lansung menyikapi persoalan phk sepihak tersebut dengan serius, oleh karena itu lansung di gendakan  Konsolidasi dan pembekalan tanggal 24 Mei 2016  terhadap pengurus dan team advokasi Spd Lontar. 
Salah satu pemateri pembekalan tersebut yaitu npenasehat FSP2KI, bung Nelson F Saragih SH,  yang pengalaman beracaranya sudah sangat luar biasa, salah satunya sebagai kuasa hukum  dari 26 aktifis yang dikriminalisasi yang kasusnya masih terus berlanjut di PN Jakarta.
Isi materi yang disampaikan adalah proses persidangan PHI dan bagaimana membuat gugatan dan menjawab gugatan. Jadwal acara tersebut dimulai dari pukul 11.15-20.00 wib namun kenyataannya baru selesai pukul 02.00 wib dengan materi cara membuat eksepasi. 
Peserta yang hadir tetap semangat bahkan ketua Spd Lontar semdiri, bung Kariawan Daeli (KD) masih ikut mengawal sampai selesai pembekalan tersebut. Keesokan harinya tanggal 25 Mei team advokasi mempersiapkan berkas kemudian meluncur ke PHI di PN Jambi yang beralamat di jl.Arif Rahman hakim no.55 Telanaipura Jambi. 
Sidang dimulai pukul 11.10 wib dengan agenda pembacaan eksepsi tergugat Edi Samudra Tarigan no sidang 010/G/2016/PHI,  selanjutnya penggugat akan melakukan replik atas eksepsi tersebut minggu depan. Selanjutnya sidang no 011/G/2016/PHI, dengan tergugat zulriadi tidak dapat dilanjutkan  karena beliau belum menerima relas panggilan yang ditembuskan ke PN Palembang sesuai dendan alamat KTP tergugat dan sidang akan dilanjutkan minggu depan.