PKB ITU SEDERHANAN KOK !!

Media FSP2KI,Sabtu, 22 Agustus 2015, selama 3 jam efektif kami berdiskusi mengenai strategi memenangkan Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di perusahaan. Sebenarnya, ini sudah menjadi agenda sejak lama, tetapi entah kenapa tertunda berkali-kali. Salah satunya, menurut saya adalah karena “kengerian” pengurus Serikat Buruh di Pabrik yang memandang perundingan PKB sebagai sebuah arena tarung hidup mati, meski tak sepenuhnya salah, saya mengatakan dengan terpaksa bahwa hal ini sangat merugikan, terutama buat serikat yang sedang memulai perundingan.

Melalui pendiskusian yang ringan, akhirnya bersama SP. Kimberly Clark Indonesia, di ruang Sekretariat yang mungil itu kami menemukan beberapa pemahaman bersama tentang PKB, semoga bermanfaat untuk kawan-kawan lain :

1. PKB adalah kepentingan buruh, artinya sebagai sebuah kepentingan dipastikan dia tidak selalu memiliki referensi hukum. Maka, tek perlulah pusing 13 keliling menemukan referensi hukum. Gali saja dari anggota, kenapa (misalnya) meminta tambahan uang makan di kantin pabrik.Semakin banyak alasan terungkap semakin bagus.
2. PKB itu diatas normatif, artinya gak usahlah ngotot berunding untuk hal-hal yang berkaitan dengan aturan undang-undang. Misalnya : tak perlu berantem dengan pengusaha hanya untuk merundingkan hak cuti 12 hari/tahun. Ada mekanisme pengawasan Disnaker kalau hal itu dilanggar.
3. Hal-hal yang nilainya dibawah undang-undang, maka otomatis demi hukum batal. Misalnya saja di kontrak PKWT tertulis, upah buruh kontrk 95% dari nilai UMK, maka harus dibatalkan, bahkan ada sanksi pidananya.
4. Yasin –sekretaris SP. KCI–, mengutip pernyataan Indah Saptorini dalam sebuah pendidikan PKB di Semarang : Dapat dikatakan semua PKB di Indonesia itu “buruk”, sebab isinya copy paste undang-undang. Padahal sebenarnya (mungkin) hanya perlu berisi 5 pasal saja yang nilainya diatas undang-undang.


5. Tahun 2006, dalam sebuah pendidikan PKB di Labour Education Center (LEC) Bandung, FasilitatormPendidikan, Pak Saut Manalu memberikan share pengalaman tentang pengalaman serikat di eropa sana. Mereka mengajarkan sebenarnya secara prinsip PKB hanya perlu berisi 2 pasal saja, yaitu : a). Serikat Buruh mengakui hak perusahaan untuk mengatur berjalannya organisasi perusahaan, mengatur produksi dan apapun berkaitan dengan operasional perusahaan. b). Segala hal yang berkaitan dengan kehidupan para buruh, harus dirundingkan dengan serikat buruh …
Nah, sederhana kan ?
Ayo mulai menyusun strategi berunding yang efektif! OK?