Precarious Work, Ancaman Nyata Kita

 
 
Armelle Seby, Perwakilan dari Kantor Pusat IndustriAll Jenewa menyampaikan paparan menarik berkaitan dengan precarious work. Secara istilah, kita belum menemukan istilah yang tepat berkaitan dengan nama precariuous work, tetapi kita merasakannya bahwa kondisi kerja semakin memburuk. Sistem kerja kontrak-outsourcing, upah murah dan setiap saat kita terancam kehilangan pekerjaan adalah penerjemahan termudah untuk menjelaskan precarious work.
Outsourcing, adalah sistem kerja dimana pekerja berada dalam “segitiga setan” yang menjeratnya. Sebab secara fisik dia bekerja pada majikan yang berbeda dengan atasan lain yang memaksanya menandatangani kontrak. Kondisi ini membuat mereka terjerat masalah ketika mengalami kecelakaan misalnya. Kecelakaan kerja di tempat kerja tetapi tanggung jawab ada di majikan yang lain. Inilah kekusutan sistem tersebut.
 
Kondisi yang buruk tersebut, semakin menjadikan pekerja tidak berdaya sebab mereka terjerat dalam kontrak kerja yang pendek sehingga mereka ketakutan bergabung dengan serikat. Tetapi sampai saatini kita tidak menemukan cara lain untuk memberdayakan mereka kecuali mengajak mereka bergabung dengan serikat dan mengajak mereka berjuang mengubah nasih. Maka, kata kunci yang harus selalu kita ingat adalah : ajak mereka bergabung ke dalam serikat dan kemudian bergabunglah dengan afiliasi yang kuat. (khi)