RAKERNAS KE V FSP2KI

Rakernas ke V Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia ( FSP2KI ), 18 – 19 Desember 2016 di laksanakan di Wisma Kementrian Agama JL. Jaksa No 30, Jakarta Pusat. Fsp2ki mengundang kementrian ketenagakerjaan yang di wakili oleh KasUbdik pemberdayaan serikat pekerja Ibu Nofrita Azil. Peserta yang hadir 60 terdiri dari Serikat Pekerja Anggota, pengurus Federasi dan korwilnya.

dsc_4645
Kata sambutan pertama di sampaikan oleh Presiden Fsp2ki H. Hamdani, Industri Pulp dan kertas termasuk Industri no 3 terbesar di dunia, yang memiliki prospek keuntungan yang sangat baik tetapi sangat miris sebagai industri besar, banyak Pekerja outsourching yang semakin menjamur, yang rentan di PHK, tidak memiliki jaminan kesehatan, keberlansungan kerja yang tidak menjamin, dan perusahaan pemberi kerja seakan – akan menutup mata dengan situasi yang ada. Pemerintah juga sangat tidak berpihak pada pekerjanya, hanya memikirkan bagaimana sebanyak – banyaknya mengundang Investor untuk datang tidak diiringi dengan kesejahteraan pekerjanya.
Indonesia di kuassai 2 blok kepentingan negara Amerika dan china,bagaimana Indonesia bisa mandiri, karena industri – industri yang ada di indonesian di kuasai asing. Dalam sisi politiknya dengan Negara Indonesian membuka seluas – luasnya pintu perdagangan berimbas tersingkirnya buruh indonesia karena di dalam perjanjian dagang tersebut sangat memungkinkan pekerja asing juga dapat bekerja di Indonesia bahkan untuk seorang tukang las sekalipun. Bentrok Agraria hari – hari terakhir ini memunjak, puluhan kaum tani banyak meregang nyawanya hanya untuk mempertahankan sejengkal tanah yang di serobot pengusaha melalui tangan pemerintah. Inilah turunan sistim global yang diciptakan masyarakat ekonomi Asean.ujar Ilhamsyah (ketua umum KPBI).
MR. Lasse perwakilan Papers juga datng dan memberikan kata sambutan, kata sambutan yang di sampaikan tidak terlalu panjang : kekuatan serikat pekerja itu adalah Solidaritas, perkuatan serikat mu dan bantu serikat tetangga mu, ketidakpedulian pekerja awal kehancuran organisasimu.
Tidak ada rencana mau revisi UU 13/20013 hanya ada wacana merevisi peraturan pemerintah untuk pencatatan serikat pekerja karena dari hasil Evaluasi ada sebagian buruh kesulitan mencatatkan serikatnya. Saya menekankan agar masing – masing SP di tiap – tiap perusahaan berjuang terus menjalankan fungsinya yaitu mensejahterakan anggota dan keluarga melaui PKB, menciptakan hubungan Industrial yang baik. Tidak di pungkiri pemerintah dalam kaca mata buruh sangat lemah tetapi pemerintah tidak pernah mempunyai pemikiran seperti itu. UU 13/2003 tidak berpihak kepada pengusaha seperti yang di tudihkan oleh buruh, UU 13/2003 harus profesional melindungi pengusaha karena pengusaha memberikan peluang lapangan kerja. Ibu Nofrida Azil juga membacakan pesan dari Menaker M Hanif Dhakiri beliau menyampaikan : Fsp2ki juga dituntut bertanggung jawab untuk mendukung kebijakan negara Indonesia terlebih lagi sudah berjalannya perjanjian pasar bebas, Masyarakat Ekonomi Eropa ( MEA). Saya mengajak seluruh SP/SB untuk inropeksi diri apakah sudah menjalankan fungsi organisasinya dengan baik dan benar, dengan tujuan mensejahterakan pekerja.