Satuan Dalmas Polres Karawang Melakukan Tindak Kekerasan


Tanggal 25 September 2013, TABUR (Tim Advokasi Bersama untuk Buruh) mendatangi Propam Mabes Polri dengan didampingi oleh Kontras. Kedatangan ke Propam Mabes Polri adalah untuk melaporkan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh Satuan Dalmas Polres Karawang  ketika aksi buruh di KIIC. seperti diberitakan sebelumnya, 2 orang terluka dalam aksi di KIIC ketika polisi melepaskan tembakan gas air mata. Setiadi (buruh PT. Siamindo) yang mengikuti aksi dan bersolidaritas mengalami luka di pelipis sebelah kiri, sementara Nur Akbar terluka di kepala bagian belakang.

Proses Berita Acara pemeriksaan terhadap Korban selesai pada pukul 14. 30 dan TABUR menerima STPL bernomor STPL/217/IX/2013/YANDUAN dan mabes Polri berjanji dalam 7 hari akan segera memberikan informasi terkait dengan perkembangan penanganan perkara ini. Arif Nurfikri dari Kontras menyatakan bahwa pelaporan ke propam Mabes Polri adalah upaya politik untuk memberikan kontrol kepada aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Mereka, tidak boleh  melampaui kewenangannya dalam menjalankan tugas, apalagi sampai mencelakakan masyarakat sipil.

Selain itu, Kontras juga berkomitmen untuk mengawal kasus ini sehingga dapat dituntas. pihak-pihak yang bertanggungjawab secara langsung dalam engedalian pasukan di lapangan harus menerima konsekuensi yang seharusnya mereka terima. Sementara Setiadi, sesudah di BAP menjelaskan bahwa dirinya hanya menuntut keadilan atas hukum yang sehaarusnya tegak, “Polisi tidak kebal hukum dan seharusnya mereka menjadi teladan dalam penegakan hukum”

Bersama Kontras, Sekber Buruh dan LBH Jakarta, TABUR akan menggalang kampanye besar atas kasus ini. Beberapa intitusi yang akan segera di temui adalah DPR RI, Komnas HAM.