• Home »
  • AKSI »
  • SEBELAS SERIKAT PEKERJA IKUT BERGABUNG DALAM AKSI SPK TEL

SEBELAS SERIKAT PEKERJA IKUT BERGABUNG DALAM AKSI SPK TEL

Faktor dominan yang menjadi pemicu dan pendorong terjadinya pemogokan adalah kurang intensif dan kurang efektifnya komunikasi antara pekerja/buruh dengan management. Disamping itu juga, tidak dilaksanakannya amanat Undang – undang yang melanggar hak normative pekerja.

17201011_483567315366590_7458054090741500235_n
Rabu, 08 Maret 2017 di lakukan Tripartirt antara Serikat Pekerja Kontraktor( SPK TEL ) PT.Tanjung Enim Lestari PT.TEL dengan PT. Wira Putra Perkasa (PT.WPP) anak perusahaan Sarindo Group. PT.WPP adalah perusahaan outsourching di PT.TEL yang berlokasi di Muara Enim, Sumatera Selatan. Mediasi yang di lakukan tidak menghasilahkan keputusan apa – apa, para pihak tetap pada pendiriannya masing – masing. Mediator menyimpulkan para pihak membuat pandangan hukum atas permasalahan yang ada, dalam waktu dekat mediator akan mengeluarkan surat anjuran.
Kotrak kerja yang cacat hukum menjadi persoalan serius bagi pekerja yang berakibat pekerja menjadi Pekerja Waktu Tidak Tentu ( PKWTT ). Upah di bawah UMK, Alat Pelindung Diri dan kelebihan jam kerja yang tidak di bayar. Persolan di atas yang menjadi tututan SP TEL “normative harga mati, hak tidak perlu di rundingkan” ujar Maning (Bid Advokasi SPK TeL ).
Lambannya kerja disnakertrans
Dua bulan sebelumnya SPK TEL dengan afliasinya Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia ( FSP2KI) telah menyampaikankan permasalahan yang ada, bahkan keseluruhan 5 perusahaan Outsourcing PT.TEL yang bergabung dalam satu serikat, serikat SPK TEL. Jawaban tak kunjung ada. Permasalahan masih seputar hak normative, upah di bawah umk, upah kelebihan jam kerja tidak di bayar, jam kerja yang tidak jelas, kontrak kerja yang tidak jelas, alat pelindung diri & seragam kerja beli sendiri. Cuti haid potong upah. Disnaker hanya menunggu, system pengawasan tenaga kerja tidak berjalan dengan baik.
Sebelas Serikat Pekerja ikut unras.
Jumat, 10 Maret 2017 SPK TEL mengirimkan surat pemberitahuan unjuk rasa yang dilaksakan selama 3 hari Selasa s/d Kamis, 14 – 16 Maret 2017 di depan pintu masuk PT. TEL. Hal ini bentuk langkah kongrit Serikat Pekerja ( SP ) untuk menjawab buruknya komunikasi antara serikat dengan menegemen perusahaan untuk upaya penekanan ajakan berunding. SPK TEL telah meminta kepada jaringannya untuk bergabung mendukung aksi, ada 11 SP dari 2 Federasi, Fsp2ki dan ( Serbuk ) korwil Sumsel.
Intimidasi dan poitik pecah belah dari perusahaan.
SPK TEL telah mengantongi bukti bahwa management PT. WPP melakukan intimidasi akan melakukan PHK apabila di lakukan aksi. Sikap arogan management tambah menyulut amarah pekerja di tambah lagi akan melakukan perekrutan tenaga kerja pengganti, bukan perusaha menyelesaikan akar permasalahannya.
Perusahaan pemberi kerja tidak peduli
PT.TEL sebagai perusahaan pemberi kerja seharusnya memberikan pengawasan terhadap perusahaan pemborong, ikut mengontrol apakah perusahaan pemborong pekerjaan telah melaksanakan kewajiban – kewajibannya baik kewajiban terhadap Negara maupun ke pekerjanya. Buruknya kontrol atas perusahaan pemborong akan berdampak buruk terhadap hasil proses produksi. PT TEL seakan – akan menutup mata atas persolan perusahaan pemborong dengan pekerjanya sehingga berdampak pada stopnya sebahagia produksi.