SERIKAT BURUH SATPAM MENGUKIR SEJARAH BARU

Serikat Pekerja Security PT Tel (SPS PTTEL) yang berdiri tahun 2003, yang dalam perjalanannya banyak menemui permasalahan perburuhan,jatuh bangun menata kekuatan organisasinya.Intimidasi dari pengusaha terhadap pengurus dan anggota sering terjadi, tetapi kekompakan dan solidaritas jualah yang membuat SPS PTTEL sampai saat ini masih ada.

SPSPT TEL adalah organisasi serikat pekerja, buruh Satpam yang ada di Industri Pulp dan Kertas PT Tanjungenim Lestari (PT TEL),Muara Enim, yang di kelola oleh Badan Usaha Jasa Keamanan BUJP yang berganti tiap dua tahun.
Memasuki tahu ke Tujuh buruh Satpam tersebut telah diangkat menjadi pekerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), untuk mendapatkan pengakuan tersebut tidak sedikit aksi yang dilakukan.Sejauh ini buruh Satpam tersebut telah berganti-ganti perusahaan BUJP, ini kali ke empatnya.

Tepatnya 14 – 16 Agustus 3017 SPS PT TTEL melakuka Perundingan Perjanjian Kerja Bersam ( PKB) dengan PT. Target Kelola Securindo (PT Target).Perundingan tidak berjalan lancar, keinginan Pengusaha untuk tetap memasukkan undang-undang dalam pasal PKB sangat kuat, sementara tim perundingan Serikat berkeinginan di Perundingan PKB ini melebihi undamg-undang.Perundingan sempat terhenti/deadlock karena masing-mading tim bersikukuh dengan prinsip masing-masing.

Perundingan 3 hari tersebut belum membuahkan kesepakatan sehingga di sepakati perundingan tahap kedua pada 4-7 September 2017, itupun menuai kericuhan karena tim perunding perusahaan mengugurkan kembali hasil yang telah di sepakati. Perundinganpun berhenti,langkah terakhir dilakukan Bipartit setelah melalui berbagai usaha mengkondusifkan suasana.

Setelah tig hari, akhirnya kesimpulan dapat diambil, perundingan akhirnya di sepakati dengan ada penambahan Dua Ratus Ribu Rupiah di tambah tunjangan hari raya dan sisa cuti di akumulasi dan beberapa pasal yang lain yang disepakat

Ini menjadi sejarah baru bagi perkembangan perburuhan di Indonesia salah satu Serikat Pekerja Satpam mempunyai PKB