Sertifikat Legalitas Kayu Diterima Eropa, Indonesia Optimis Tambah Daya Saing


http://majalahbmb.files.wordpress.com/2012/10/indonesian-legal-wood.jpg


Sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) untuk menjamin legalitas kayu dan produk kayu yang diajukan Indonesia disetujui oleh Uni Eropa. Dengan kepastian mutu dan legalitas kayu ini diharapkan bisa meningkatkan ekspor kayu Indonesia ke Eropa. “Kita sudah dapat definitif kesepakatan waktu penandatanganan dengan Eropa pada akhir September. Dengan peningkatan daya saing akibat perjanjian perdagangan kayu dan produk kayu, mudah-mudahan bisa mempertahankan total ekspor kita ke Eropa,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (15/8).

Pada 2012, nilai ekspor produk kayu Indonesia ke Eropa sekitar US0 juta, sedangkan untuk pulp and paper jumlahnya mencapai US0 juta. Nilai kombinasi keduanya mencapai US0 juta. Dengan disetujuinya SVLK, maka ekspor Indonesia tidak perlu mengikuti proses verifikasi yang panjang dalam penetapan legalitas kayu. Tanpa SVLK, proses verifikasi biasanya berlangsung sekitar 6-7 hari, dengan adanya sertifikat prosedur itu bisa dipangkas. “Sebelumnya harus diperiksa, ditelusuri lagi ke negara asal, benar tidak legal, dikumpulkan bukti-bukti.
Dengan SVLK sebelum ditandatangani saat ini, prosesnya sekitar dua hari. Nanti kalau sudah ditandatangani bisa langsung masuk,” paparnya. Bersamaan dengan penerapan SVLK, Kementerian Perdagangan saat ini tengah menyiapkan aturan agar kayu dan produk kayu impor yang masuk ke Indonesia memenuhi standar dan kualifikasi serupa. Indonesia masih mengimpor untuk kayu dan produk kayu yang tidak bisa diproduksi di Indonesia. “Untuk produk kayu, kertas dan produk lainnya yang diimpor ke Indonesia harus juga punya standar legalitas sama dengan yang kita ekspor. Itu akan jadi perubahan mendasar,” tukasnya.
Sumber asli : Metrotvnews. com (16/8/2013)
Sumber : SILK DEPHUT