SP.TUKS TARAHAN LAMPUNG MARAH DIBOHONGI PENGUSAHA

Senin,25 Juli 2016 Serikat Pekerja Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (SP.TUK) Lampung melakukan aksi spontannya, aksi tersebut dipicu oleh kesepakatan Tripartit pada tanggal 16 Mei 2016 di kantor Disnakertrans Lampung diabaikan oleh PT.Kaliguma Transindo (PT.KT) Tarahan Lampung. Kesepakatan tersebut yaitu:8 orang Pekerja Security yang bekerja pada BUJP Westpoint Indonesia (PT.WSI), PT.WSI adalah Sub Kontrator PT.KT yang di PHK  sepihak di pekerjakan kembali dan menjadi PKWT  di PT.KT, 4 orang pekerja Pekerja Waktu Tertentu (PKWT)  PT. KT di angkat menjadi Pekerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), PT. KT  mengganti BUJP PT. WSI, semua kesepakatan tersebut direalisasikan sehabis Lebabran idul Fitri 2016 namun kenyataannya berbeda, PT. KT seolah – olah tidak peduli dengan kesepakatan tersebut

IMG-20160725-WA0002[1]

SP.Tuks sudah sangat cukup sabar menunggu direalisasikannya kesepakatan tersebut , namun sampai saat hari ini kesabaran tersebut memuncak menjadi boom waktu dan meledak menjadi aksi mogok kerja. Pra tripartite tanggal 16 Mei 2016 terus dilakukan lobi – lobi menanyakan kapan segera direalisasikannya, pada Jumat, 22 Julii 2016 dilakukan Bipartit SP.Tuks dengan PT.KT disitupun tidak ada kejelasan kapan direalsasikan kesepakatan tersebut.

Oleh karena PT.KT ingkar janji maka Minggu, 24 Juli 2016, pukul 17:00wib SP.Tuks melakukan mogok kerja dimana pada hari tersebut  akan dilakukan kegiatan bongkar muat pulp ke kapal, Senin, 24 Juli 2016, pukul 16:00wib kesepakatan disetujui dengan beberapa perubahan yang semula ada 3 point  kesepakatan menjadi 5 point kesepakatan, harian lepas berganti status kerja menjadi PKWTT, 4 orang pekerja  kontrak berganti status menjadi PKWTT dengan bertahap yang dimulai 01 Agustus ini , 8 orang pekerja Ex PT.WSI menjadi PKWT di PT.KL dan di tempatkan di Ware House dengan kerja 8 jam/sehari, bukan seperti sebelumnya 12 jam/hari, bujp PT.WSI harus hengkang dari PT. KL secepatnya.

Terbukti sudah kekuatan buruh dapat mempengaruhi kebijakkan pengusaha, seberapa kuat buruh dapat mempertahankan hak dan kepentingannya. BURUH BERSATU TAK DAPAT DIKALAHKAN.