SPS-PT.TEL Menolak Keras Recon Security



30 Januari 2015, pengurus Serikat Pekerja Security-PT.TEL (SPS-PT.TEL) mendiskusikan masalah tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh PT.Romindosada Globalindo (RECON Security) perusahaan jasa keamanan yang ada di PT.Tanjungenim Lestari Pulp and Paper. Pada bulan Januari 2015 ini, pihak Recon Security telah melakukan tindakan sepihak dengan menurunkan jabatan 34 orang pekerja security, tanpa prosedur yang seharusnya. SPS-PT.TEL adalah salah satu serikat pekerja anggota FSP2KI yang ada di Sumatera Selatan, dengan beranggotakan pekerja di perusahaan jasa keamanan yang berada di perusahaan industri pulp dan kertas terbesar di Sumatera Selatan.

Sebelumnya, pada hari yang sama (30/1-2015) kawan-kawan SPS-PT.TEL mendatangi pihak perusahaan untuk menyampaikan protes keras kepada pihak perusahaan. Protes yang di lakukan kawan-kawan pengurus SPS-PT.TEL sebagai bentuk penolakan atas tindakan manajemen Recon yang telah melakukan penurunan jabatan 34 orang pekerja, tanpa ada kordinasi dan pemberitahuan, bahkan atas dasar yang tidak jelas. 

Penolakan ini dilakukan dengan melayangkan surat protes kepada pihak perusahaan dan mendatangi langsung managemen PT.Romindosada Globalindo (Reccon Security Service) yang ada di PT.Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT.TeL PP) tujuan kedatangan kawan-kawan ini adalah untuk mempertanyakan tentang Surat Perintah (SPRIN) mengenai tindakan Demosi (penurunan jabatan) yang dilakukan oleh pengusaha terhadap 34 orang Komandan Regu/DANRU.

Tindakan demosi atau penurunan jabatan yang telah di lakukan oleh managemen PT.Romindosada Globalindo telah menyalahi mekanisme sanksi yang seharusnya dilakukan. Penurunan jabatan dapat dilakukan jika sudah ada tindakan pembinaan oleh pengusaha yang berkaitan dengan pelanggaran disiplin, itupun jika diatur dalam Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 

Undang-undang ketenagakerjaa tidak mengatur masalah penurunan jabatan/Demosi. apalagi tindakan demosi hanya berdasarkan akumulasi ijin tidak masuk kerja secara sah, termasuk ijin anak sakit, ijin orang tua sakit, termasuk ijin resmi bagi pengurus yang menjalankan kegiatan serikat pekerja. Ini adalah bentuk penindasan kepada pekerja.

menurut informasi dari kawan-kawan pengurus SPS-PT.TEL, pihak perusahaan juga tidak pernah membuat PP dan mensosialisasikan PP tersebut kepada pekerja, apalagi kepada serikat pekerja. Tindakan ini adalah bentuk pelanggaran atas peraturan ketenagakerjaan dengan sanksi administratif dan denda, serta dikatagorikan juga sebagai tindak pidana pelanggaran.
Namun dengan dasar inilah pihak pengusaha menunrunkan jabatan 34 orang tersebut. Pelanggaran ini jelas suatu bentuk kesewenangan dari pihak pengusaha. Seluruh pengurus dan anggota SPS-PT.TEL Menolak Keras tindakan yang dilakukan oleh managemen PT.Romindosada Globalindo. Pengurus meminta kepada pihak perusahaan untuk segera menarik dan membatalkan Surat Perintah (SPRIN) yang telah diberlakukan kepada 34 orang pekerja. Pengurus meminta kepada seluruh anggota SPS-PT.TEL agar segera merapatkan dan membagun kekuatan untuk melawan Kesewenang-wenangan management Recon Security.
Lawan Kesewenangan Pengusaha Dengan Solidaritas dan Kebersamaan……