STOP KEBAKARAN HUTAN & LAHAN (KARHUTALA)

Hujan yang tak kunjung datang, dan masih diprediksi akan turun di akhir bulan Oktober 2019, pagi ini 14/10/19 sisa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kembali Kota Palembang dan sekitarnya, tahun ini adalah kabut asap yang paling terekstream, ungkap BMKG. Kebakaran hutan dan lahan (karhutala) tidak saja terjadi di Palembang namun terjadi juga di Kalimantan, Riau dan Jambi dampak kebakaran hutan dan lahan yaitu kabut asap yang sangat menggagu, selain dapat menggagu kesehatan aktifitas warga setempatpun terganggu. bahkan sekolah-sekolah sempat diliburkan. bahkan jalur penerbangan harus dihentikan (tunda).

Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) yang secara langsung bersinggungan dengan hasil hutan dan juga didaerah-daerah tersebut seperti Riau, Jambi, Palembang dan Kalimantan adalah basis dari anggota serikat pekerja (SP) yang tergabung dalam FSP2KI, dengan rentannya terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terus bersosialisasi dengan anggotanya agar terus sama-sama saling mengingatkan dan berkampanye untuk tidak membakar hutan dan lahan, terus berkoordinasi dengan perusahaannya tempatnya bekerja, menghindari akan sebabnya timbulnhya kebakaran hutan dan lahan. dan lain-lain.

Mencegah adalah langkah terbaik sebelum segalanya terjadi, ungkap Hi.Hamdani “selaku Presiden FSP2KI”, beliau juga mengingatkan agar anggotanya dapat menggalang dana guna membantu saudara-saudaranya yang terdampak kabut asap. dalam kesempatan ini pula FSP2KI akan terus berkampanya agar seluruh anggotanya, khususnya yang dekat dengan daerah-daerah yang rawan akan kebakaran hutan dan lahan, menghindari terkait hal-hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.