STRATEGI PECAH BELAH PENGUSAHA

Banyak ragam dan model yang dilakukan pengusaha untuk melemahkan kaum buruh, salah satunya  membelah kaum buruh berdasarkan status kerja. Dalam satu perusahaan dibuatlah ada yang pekerja outsourcing, kontrak dan tetap.


Ketidak setaraan statuslah yang membuat perjuangan butuh menjadi tidak terkonsentrasi masing-masing mencari aman sendiri. Didalam ketidak setaraan status tetsebut berdapak pada penghidupan buruh dari nilai kesejahteraannya, jelas buruh yang berstatus tetap akan lebih mendapatkan kesejahteraan lebih dari yang lain, belum lagi dibedakan dari penghasilan yang jauh berbeda.

Ada juga Pengusaha yang menawarkan konsensi dengan melakukan pengangkatan status pekerja ada yang dari Outsourcing ke kontrak ataupun dari pkwt ke pkwtt, dengan pengangkatan tersebut maka buruh yang lagi diangkat statusnya tidak akan melakukan hal-hal yang melawàn kebijakan perusahaan meskipun mereka tahu apa yang mereka dapatkan itu bukanlah pemberian cuma-cuma tetapi itu sudah jadi haknya buruh. 

Terbelahnya buruh yang dikarenakan status kerja yang berbeda,  Hal ini mempengaruhi kekompakan, yang selanjutnya menurunkan moral juang buruh. Biasanya, buruh yang sudah diangkat menjadi buruh tetap tidak akan mau membela kawan-kawannya lagi, karena mereka merasa posisinya sudah aman. Mereka juga merasa tak ada celah dalam Undang-Undang untuk memperjuangkan kawan-kawannya yang berstatus kontrak. Cara ini sangat efektif dalam merusak kekompakan buruh.

Ada juga pengusaha mengiming-imingi pekerja kontrak (eks outsourcing) bila akan mengundurkan diri akan diberi pesangon lebih sebagai imbalan agar buruh berhenti kerja. Apa lacur, keanggotaan Serikat Pekerja akan menjadi berkurang. buruh akan berpikir ketimbang kerja 3 bulan saja dengan upah yang tidak seberapa lebih baik  berhenti sekarang dengan mengantongi uang pesangon yang diberikan Pengusaha