TAPAK JEJAK FSP2KI

Songsong revolusi industri 4.0

Kongres adalah pemegang kekuasaan tertinggi organisasi Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia ( FSP2KI ). Sesuai dengan konstitusi kongres FSP2KI dilaksanakan setiap lima tahun sekali sebagai sarana evaluasi kinerja Pimpinan Pusat selama periode kepengurusan, mengamandement konstitusi, menetapkan program kerja, memilih dan menetapkan kepengurusan FSP2KI.

FSP2KI lahir sebagai manifestasi pemikiran dan keinginan bersama beberapa serikat pekerja pada industri pulp dan kertas di Indonesia yang ingin mengambil peran dalam menumbuh kembangkan industry pulp dan kertas di Indonesia yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Dengan diawali pertemuan antara Serikat Pekerja dilingkungan industry pulp dan kertas menghasilkan suatu kesepakatan untuk terbentuknya Gabungan Serikat Pekerja Pulp and Paper di Indonesia. Dari pertemuan tersebut disosialisasikan kepada organisasi serikat pekerja pada perusahaan sektor industri pulp dan kertas yang ada di Indonesia.

Dalam rangka menindak lanjuti hasil pertemuan awal tersebut, maka diadakan pertemuan lanjutan yang diadakan pada tanggal 29 s/d 31 Agustus 2003 di Hotel Bumi Asih Pekan Baru Riau,dan dihadiri oleh :
1. SPPT-TEL Muara Enim – Sumsel.
2. SP.D – LP3 Jambi
3. Serikat Pekerja PT.Indah Kiat Riau
4. PUK SPSI PT.Pindo Deli Karawang –Jawa Barat
5. PUK SPSI PT.RAP
6. PUK SPSI RAK Pangkalan Kerinci Riau.

Dalam pertemuan tersebut, setelah dilakukan musyawarah maka diputuskan suatu kesepakatan untuk mendeklarasikan nama organisasi yaitu Asosiasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (ASP2KI) pada tanggal 23 Maret 2004 di Puncak Jawa Barat.
Pada tanggal 7 April 2007 bertempat di Pekan Baru Riau, diadakan Kongres kedua dan dalam kongres kedua ini dideklarasikan perubahan nama ASP2KI menjadi FSP2KI (Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia). Setelah disyahkanya Hasil Kongres maka Berita Acara Pendirian FSP2KI didaftarkan di DISNAKER Kabupaten Karawang – Jawa Barat sebagai domisili Sekretariat pertama FSP2KI, dengan Nomor Pencatatan : Penc.568/189/FSP2KI/VII/2008. Sebagai sarana bagi organisasi pekerja FSP2KI tumbuh dan berkembang untuk berupaya menjadi payung bagi pekerja. Dalam upaya tersebut FSP2KI membangun jaringan serikat buruh secara international dengan ICEM dan pada Juni 2008 FSP2KI diterima sebagai anggota resmi ICEM. ICEM sekarang telah melebur menjadi IndustriALL Global Union.

Perjalanan FSP2KI hingga pada Kongres IV ini, diharapkan menjadi bagian dari catatan sejarah Gerakan Buruh Indonesia, untuk itu FSP2KI akan tetap dan terus menempatkan dirinya sebagai bagian tidak terpisahkan dari Pergerakan Perburuhan Secara Nasional. Posisi ini, dirasakan sejalan dengan perkembangan industri pulp dan kertas secara nasional yang bertumbuh secara pesat. Tercatat bahwa industri pulp dan kertas Indonesia dimulai dengan didirikannya pabrik Padalarang pada 1923 dan Leces pada 1939. Kapasitas produksi pada kala itu 10 ton /hari atau 3000 ton /tahun. Pada 1970-anpemerintah mulai mengembangkan industri perkayuan setelah mengembangkan industri migas. Terdapat tujuh pabrik pulp dan kertas, semuanya milik negara. Kapasitas produksi kertas pada kala itu 50.000 ton /tahun. Pada dekade yang sama swasta mulai masuk dalam industri ini.

Hari ini, sesudah 5 dekade sejak industri pulp dan kertas dicanangkan, perkembangannya sungguh sangat signifikan dengan perbandingan data : jika pada 1930 dibutuhkan waktu setahun untuk memproduksi 8000 ton kertas, kini hanya membutuhkan kurang dari lima jam untuk memproduksi jumlah yang sama. Jika pada 1988 dibutuhkan setahun untuk menghasilkan 1.200.000 ton kertas, kini hanya membutuhkan kurang-lebih empat minggu untuk memproduksi jumlah yang sama. Pada 2012, tercatat 14 perusahaan pulp dan 79 perusahaan kertas. Menyerap 250.000 pekerja secara langsung dan 3,5 juta pekerja secara tidak langsung.

Perkembangan industri yang sedemikian pesat dan akan terus menjadi sektor industri andalan di tahun mendatang, menyisakan berbagai permasalahan yang dihadapi baik oleh kalangan pengusaha, pemerintah, serikat pekerja, pekerja, masyarakat dan lingkungan, antara lain :
a. Kebijakan industri nasional dan tantangan industri pulp – kertas di masa mendatang
b. Permasalahan kebijakan dan regulasi ketenagakerjaan yang dirasakan belum memadai.
c. Peran dan fungsi serikat pekerja dalam menjalankan mandat organisasi, bukan saja terkait dengan nasib anggota tetapi juga keberlanjutan industri ini di masa mendatang.
d. Kesejahteraan pekerja berkaitan dengan upah, sistem kerja yang lebih layak, adil, dan upah yang setara.
e. Implikasi keberadaan industri ini berkaitan dengan masyarakat di sektor lain seperti kehutanan, masyarakat adat, dll.
f. Isu lingkungan yang selalu menyertai keberadaan industri ini.

Tantangan yang sedemikian kompleks tersebut, menempatkan FSP2KI pada pilihan sadar untuk menjadikan dirinya sebagai organisasi pekerja yang mampu menjawab dengan tegas tantangan demi tantangan serta mengajak seluruh anggota dan pekerja pada sektor ini untuk bersama dalam posisi strategisnya memberikan sumbangsih nyatanya. Sumbangsih nyata itu, hanya dapat diperankan dengan sebaik-baiknya apabila FSP2KI memiliki posisi yang kuat dan mampu menegaskan keberadaannya sebagai Representasi Serikat Pekerja Sektoral Pulp dan Kertas (di) Indonesia.

Melalui Kongres V FSP2KI yang akan dilaksanakan pada tanggal 29-30 April 2019 bertempat di Jakarta ini, serta posisi dirinya sebagai Federasi Nasional dan bagian dari pergerakan kekuatan Global sebagai anggota IndustriAll, dan berafiliasi dengan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesi KPBI, maka FSP2KI mengharapkan Kongres V dapat membangun kesadaran menuju kemandirian songsong revolusi industi 4.0 dan bisa menjadi Momentum untuk Meneguhkan Posisi dan Peran FSP2KI dalam Percaturan Pergerakan Perburuhan Indonesia dan Mewujudkan Cita-cita FSP2KI sebagai Representasi Serikat Pekerja Sektoral Pulp dan Kertas (di) Indonesia.

#kongresvfsp2ki
#banggafsp2ki
#bangunkemandirian
#iuranruhorganisasi
#mayday2019