UNRAS SPS TEL MENOLAK 2 BUJP

Jum`at, 23/12/2016 Serikat Pekerja Security PT. Tanjungenim lestari Pulp dan Kertas (SPS TEL ) menyatakan sikapnya menolak untuk di pecah belah dengan di kelola oleh prusahaan Jasa Keamanan yang terpisah. Penolakkan ini sudah harga mati dan tetap menolak 2 BUJP, pengelolaan 2 perusahaan yang berbeda berpotensi adanya perlakuaan yang tidak adil dan kami akan di pecah belah ’ujar  Ketua SPS TeL, Sarahim”

p_20161223_135740

Tanjung enim Lestari Pulp and Paper ( PT. TEL ) akan menerapkan, memberikan konsep 2 jasa pengamanan dengan alasan perusahaan BUJP akan bersaing memberikan yang terbaik  meningkatkan kesejahteraan pekerja. Tetapi SPS Tel tetap menolak rencana tersebut, biarlah kami seperti  apa adanya, 2 BUJP tidak menjamin kesejahteraan justru akan menimbulkan konflik, tingkatkan saja pengawasan dari perusahaan pemberi kerja “protes Sekwil Sumsel Faturoji”

Aksi dilakukan pas di depan pintu masuk ke dalam pabrik, 50 personil aparat kepolisian siap siaga menjaga pintu gerbang,  di tambah lapisan kedua yang berjaga di Admin Building.  Perundingan yang berjalan cukup alot membuat massa aksi tidak sabar sehingga ingin masuk kedalam pabrik untuk mengawal perundingan tetapi pihak keamanan tidak mengizinkan, dialog dilakukan agar massa aksi di perbolehkan masuk untuk mengawal perundingan, izin tidak di berikan, maka massa aksi mencoba merensek kedalam sehingga terjadi aksi dorong mendorong.

Perundingan dihentikan sejenak semua dengan tertib meninggalkan area aksi untuk melakukan sholat Jum`at dan berkumpul kembali pukul 13:30 massa aksi tetap mencoba bernegosiasi untuk masuk. Pada puul 17:00wib  tim perunding keluar untuk memberitakan hasil perundingan, perjuangan kita untuk menolak di kelola 2 BUJP telah kita dapatkan, kita menang, tugas belum selesai kita harus mengawal terus agar hak hak kta tidak dilanggar “ujar Sarahim ketua SPS TeL.