• Home »
  • AKSI »
  • Upaya Pengusaha Untuk Menurunkan Panji Perjuangan FSP2KI SUMSEL

Upaya Pengusaha Untuk Menurunkan Panji Perjuangan FSP2KI SUMSEL

Pada 8 April 2015 kemarin, ada upaya dari manajemen PT.Tanjungenim Lestari (PT.TeL) untuk menurunkan spanduk yang dibuat oleh Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI) Kordinator Wilayah Sumatera Selatan. Upaya tersebut dilakukan oleh salah seorang Manajer PT. TeL berinisial Yn dari Seksi Security Service PT.TeL. Upaya ini mendapat perlawanan sengit dari Pimpinan Pusat FSP2KI dan pengurus Serikat Pekerja Anggota (SPA) FSP2KI yang ada di Sumatera Selatan.

Spanduk ini merupakan bentuk protes atas pelanggaran peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh Badan Usaha Jasa Pengamanan di PT.TeL yaitu PT.Romindosada Globalindo. Pada 26 Februari 2015, beberapa pengurus SPA FSP2KI di Sumatera Selatan melakukan pemasangan spanduk protes tersebut. Tujuannya untuk menyampaikan kepada khalayak ramai, bahwa telah terjadi pelanggaran peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh PT.Romindosada Globalindo. 

Adapun pelanggaran yang dilakukan adalah sebagai berikut; pelanggaran Pasal 108 – 115 Undang-undang No.13 Tahun 2003 (Mengenai kewajiban untuk membuat, mensosialisasikan/menjelaskan dan membagikan Peraturan Perusahaan), Penurunan jabatan yang tidak prosedur, pelanggaran pasal 28 Undang-undang No.21 Tahun 2000 (Melakukan intimidasi kepada pengurus, dengan menyebut seorang pengurus SPS-PT.TEL sebagai pemberontak), melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pekerja yang sedang melakukan tugas negara dan membayar upah dibawah upah minimum tahun 2015 yang telah ditetapkan oleh  Gubernur Sumatera Selatan.

Menurut Yn (dari PT.TeL) penurunan spanduk hanya bersifat sementara karena akan ada tamu dari pemilik saham PT TeL (Marubeni) yang datang langsung dari Tokyo. Pada saat kejadian Yn didampingi oleh AT, DS yang merupakan staff Security Service PT.TeL dan MW selaku project manajer PT.Romindosada Globalindo. Selain dari para perwakilan perusahaan dalam kejadian tersebut pihak pengusaha membawa satu orang aparat Kepolisian dari Polisi Sektor Gunung Megang Muara Enim.
Sarahim, selaku Ketua SPS-PT.TEL, dengan tegas menyampaikan kepada Yn “bahwa dalam permasalahan ini selaku perusahaan multinasional, yang patuh terhadap peraturan perundang-undangan di Indonesia, PT.TeL jangan hanya diam dan membiarkan manajemen PT.Romindosada Globalindo melakukan pelanggaran. Mereka (PT.TeL) berkewajiban untuk memperingatkan PT.Romindosada Globalindo”
Menurut Ikhsan Prajarani, salah satu Pimpinan Pusat FSP2KI yang hadir pada saat peristiwa tersebut, menyatakan “spanduk akan di turunkan apabila pihak PT. Romindosada Globalindo memenuhi tuntutan dari SPS-PT.TEL, yaitu ; patuhi pasal 108-115 Undang-undang No.13 Tahun 2003, Batalkan Penurunan Jabatan yang telah dilakukan oleh PT.Romindosada Globalindo, Bayar Upah Pekerja sesuai dengan Upah Minimum Sektoral Propinsi Sumatera Selatan Tahun 2015, Hentikan tindakan intimidasi dan upaya pelemahan serikat yang dilakukan oleh oknum manajemen PT.Romindosada Globalindo, Batalkan Pemutusan Hubungan Kerja atas nama Subhan yang sedang menjalankan tugas negara”
Dari situasi ini, maka akan dilaksanakan pertemuan antara  site manajemen PT.Romindosada Globalindo pada hari Senin, 13 April 2015.  yang telah di layangkan kepada pihak Managemen, dan di sepakati akan di adakan pertemuan pada pukul 15.00 wib, namun pihak PT Recon membatalkan pertemuan tersebut setelah konfirmasi dengan ketua SPS PT Tel bung Sahrahim,my tentang pembatalan pertemuan tersebut dan akan di jadwalkan kembali pertemuan tersebut pada hari senin tanggal 13 April 2015. Ayo kita kawal perjuangan ini sampai berhasil….. (mip)