WORKSHOP PEKERJA RENTAN INDUSTRIALL

INDUSTRIALL INDONESIA COUNCIL MENGADAKAN WORKSHOP PEKERJA RENTAN
Selasa, 12 April 2016, IndustriALL Indonesia Council bekerjasama dengan IndustriALL Stop Precarious Work Project mengadakan pertemuan pembahasan terkait perencanaan strategis dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan melawan sistem kerja prekarius di Indonesia sepanjang tahun 2016.
Dalam sessi sharing pengalaman riset dan perjuangan melawan prekarius, ditemuakn sebuah benang merah bahwa sistem kerja yang rentan (kontrak, outsourcing, casual worker dll)  bermuara pada sistem undang-undang yang mengatur hal tersebut.

Problem utama, tentu saja berasal dari UU Ketegakaerjaan 13 tahun 2003 yang sangat liberal. Undang-undang ini, misalnya, sudah mengatur dengan sangat jelas bahwa pekerja kontrak yang ketentuannya tidak sesuai dengan jenis pekerjaan (pasal 59), maka demi hukum menjadi pekerja tetap di perusahaan. Tetapi, hal ini tidak bisa dijalankan sebab ketiadaan sanksi atas pelanggaran ini.

Workshop kemudian merumuskan berbagai rencana strategis untuk melakukan tekanan agar undang-undang dan peraturan pelaksanaannya dapat diubah. WorkshoP merekomendasikan pembentukan Tim Reformasi Hukum Perburuhan yang bekerja melakukan kajian dan dorongan perubahan atas hal ini.

Disamping itu, hal terpenting yang kemudian menjadi dasar bagi perubahan atas kondisi pekerja adalah mendorong para pekerja rentan ini untuk membangun kekuatan serikat pekerja, baik sebagai serikat pekerja yang independen atau bergabung dengan pekerja permanen di perusahaan tersebut. Hal ini penting sebab, serikat adalah alat perjuangan yang akan memberikan kekuatan dalam perjuangan pekerja rentan ini (khi).